Sunday, June 13, 2010

Pengertian Masa Dewasa Dini

Menurut Kartono (1992), menyatakan bahwa kedewasaan bisa diartikan sebagai pertanggung jawaban penuh terhadap diri sendiri, bertanggung jawab atas nasib sendiri dan atas pembentukkan diri sendiri. Bertanggung jawab bisa diartikan sebagai memahami arti dan norma–norma susila dan nilai-nilai etis tertentu, berusaha hidup atas landasan norma dan nilai-nilai etis tadi, serta berusaha mencapai nilai–nilai yang sudah dikenalnya. Nasib disini bukan diartikan sebagai peruntungan yang murni alami (bukan tergantung penuh atas rahman dari alam), akan tetapi diartikan sebagai satu bentuk yang hendak dituangkan pada diri sendiri, atau pembangunan atau pembentukan diri.

Hurlock (1968), mengemukakan masa dewasa dini atau "early adulthood" terbentang sejak tercapainya kematangan secara hukum sampai kira-kira usia empat puluh tahun (dialami seseorang sekitar dua puluh tahun).
Masa dewasa dini merupakan periode penyesuaian diri terhadap pola-¬pola kehidupan baru dan harapan–harapan sosial baru. Orang dewasa dini diharapkan mampu memainkan perannya yang baru seperti peran suami-isteri, orang tua dan pencari nafkah, dan mengembangkan sikap–sikap baru, keinginan–keinginan dan nilai-nilai baru sesuai dengan tugas–tugas baru. Rentang usia dewasa dini dimulai dari usia 18–40 tahun, (Hurlock, 1996).

Mappiare (1983), menegaskan bahwa usia dewasa dini dimulai dalam usia 21 – 22 tahun, kebanyakan orang dalam usia itu telah memperlihatkan kesiapan biologis, kematangan psikologis dan dapat diaharapkan untuk bertindak, dengan matang secara psikologis bersama-sama

0 komentar:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com