Saturday, June 26, 2010

APLIKASI TEORI-TEORI BELAJAR DALAM DUNIA PENDIDIKAN

A. Analisis Kasus Menurut Kajian Teoritis
Kategori belajar terdiri atas ketrampilan sensomotor yakni tindakan yang bersifat otomatis. Belajar asosiasi yaitu hubungan antara urutan kata dan objek, ketrampilan pengamatan motoris yakni hubungan antara belajar sensomotor dengan beajar asosiasi. Belajar konseptual yakni gambaran mental secara umum dan abstrak tentang situasi atau kondisi, belajar cita-cita dan sikap, serta belajar memecahkan masalah yang menuntut kemampuan memanipulasikan ide-ide yang abstrak. Karena itulah dalam makalah kami kali ini kami akan membahas tentang teori-teori belajar dan aplikasinya dalam proses belajar.

- Teori disiplin mental
Dalam teori disiplin mental individu memiliki kekuatan, kemampuan, atau potensi-potensi tertentu. Belajar adalah pengembangan dari kekuatan, kemauan dan potensi-potensi tersebut bagaimana proses pengembangan kekuatan tersebut tiap aliran atau teori mengemukakan pandangan yang berbeda.
Beberapa teori disiplin mental yang lain adalah Naturalise Romantik dari Rosseon. Menurut Jean Jacques Rosseon, anak memiliki potensi-potensi yang masih terpendam, melalui belajar anak harus diberi kesempatan mengembangkan atau mengaktualkan potensi tersebut.
- Teori Behaviorisme
Disebut behaviorisme karena sangat menekankan perilaku atau tingkah laku yang dapat diamati. Teori-teori dalam rumpun ini bersifat molekular, karena memandang kehidupan individu terdiri atas unsur-unsur seperti halnya molekul-molekul.
Ada beberapa ciri dari rumpun teori ini, yaitu :
o Mengutamakan unsur atau bagian-bagian kecil
o Bersifat mekanistis
o Menekankan peranan lingkungan
o Menekankan pembentukan reaksi atau respon
o Menekankan pentingnya latihan.
- Teori Cognitive-Gestalk-Field
Menurut Gestalt, belajar harus dimulai dari keseluruhan, baru kemudian kepada bagian-bagian. Belajar Gestalt menekankan pemahaman atau insight. Suatu keseluruhan terdiri atas bagian-bagian yang mempunyai hubungan yang bermakna satu sama lain.
Dalam belajar siswa harus memahami makna hubungan antara satu bagian dengan bagian yang lainnya. Suatu hukum yang terkenal dari teori Gestalt yaitu hukum Pragnanz, yang kurang lebih berarti teratur, seimbang, harmonis. Belajar adalah mencari dan mendapatkan pragnanz, menemukan keteraturan, keharmonisan dari sesuatu.
- Teori Belajar Sosial
Menurut Albert Bandura, tingkah laku manusia bukan semata-mata refleks otomatis atas stimulus (S-R Bond), melainkan juga akibat reaksi yang timbul sebagai hasil interaksi antara lingkungan dengan skema kognitif manusia itu sendiri.
Menurut Barlow (1985), sebagian besar dari yang dipelajari manusia terjadi melalui penemuan (imitation) dan penyajian contoh perilaku (modeling). Dalam hal ini, seorang siswa belajar mengubah perilakunya sendiri melalui penyaksian cara orang atau sekelompok orang mereaksi atau merespons sebuah stimulus tertentu. Siswa ini juga dapat mempelajari respons baru dengancara pengamatan terhadap perilaku contoh dari orang lain misalnya guru atau orang tuanya.
- Teori belajar dari Psikologi Humanistik
Combs dkk. menyatakan apabila kita ingin memahami dunia persepsi orang, mengubah perlaku seseorang kita harus nerusaha mengubah keyakinan atau pandangan orang itu. Combs dkk selanjutnya menyatakan bahwa perilaku buruk itu sesungguhnya tidak lain hanyalah dari ketidakmauan seseorang untuk melakukan sesuatu yang tidak akan memberikan kepuasan baginya

B. Aplikasi Teori-Teori Belajar Dalam Pendidikan
o Kebanyakan yang diajarkan di sekolah adalah tingkah laku yang komplek, bukan hanya simpel respons. Tingkah laku yang komplek ini dapat diajarkan melalui proses shaping atau succesive approximation, beberapa tingkah laku yang mendekati espons terminal. Proses ini dimulai dengan penetapan tujuan, kemudian diadakan analisis tugas, langkah-langkah kegiatan murid dan reinforcement terhadap respon yang diinginkan.
o Suatu bentuk belajar yang tidak dapat dinamakan dengan classical conditioning maupun operant conditioning. Dalam modelling, seseorang yang beljar mengikuti kelanjutan orang lain sebagai model. Tingkah laku manusia lebih banyak dipelajari melalui modelling atau imitasi dari pada melalui pengajaran langsung.
o Prosedur-prosedur pengendalian atau perbaikan tingkah laku
1. Memperkuat tingah laku bersaing
Dalam usaha mengubah tingkah yang tidak diinginkan diadakan penguatan tingkah laku yang diinginkan misalnya dengan kegiatan kerjasama, membaca dan bekerja disatu meja untuk mengatasi kelakuan-kelakuan menentang, melamun dan hilir-mudik
2. Extincsi
Dilakukan dengan membuang atau meniadakan peristiwa penguat tingkah laku. Extincsi dapat dipakai bersama metode lain seperti modelling dan sosial reinforcemenr. Extincsi berlangsung terutama jika reinforcement adalah perhatian. Apabila murid memperhatikan kesana-kemari, maka perubahan Extincsi guru-murid akan menghentikan tingkah laku murid tersebut.
3. Satiasi
Adalah suatu prosedur menyuruh seseorang melakukan perbuatan berulang-ulang sehingga ia menjadi leah dan jerah. Contoh : seorang guru yang memergoki muridnya menyuruh anak merokok sampai habis satu pak sehingga murid itu bosan
4. Perubahan Lingkungan
Beberapa tingkah laku dapat dikendalikan oleh perubahan kondisi stimuli yang mempengaruhi tingkah laku itu. Jika murid terganggu oleh suara gaduh diluar kelas ketukan jendela dapat menghentikan gangguan itu.
5. Hukuman
Untuk memperbaiki tingkah laku hukuman hendaknya diterapkan di kelas dengan bijaksana. Hukuman dapat mengatasi tingkah laku yang tidak diinginkan dalam waktu singkat, untuk itu perlu disertai dengan reinforcement. Hukuman menunjukkan apa yang tidak boleh dilakukan murid, sedangkan reword menunjukkan apa yang mesti dilakukan oleh murid.
o Berikut ini adalah langkah-langkah bagi guru dalam mengadakan analisis dan modivikasi perilaku:
1. Rumusan tingkah laku yang diubah secara operasional
1. Amatilah frekuensi tingkah laku yang perlu diubah
2. Ciptakan situasi belajar atau treatment sehingga terjadi tingka laku yang diinginkan
3. Indikasilah reinforcement yang potensial
4. Perkuatlah tingkah laku yang diinginkan
o Pengajaran terprogram menerapkan prinsip-prinsip “operant conditioning” bagi belajar manusia di sekolah. Pengajaran ini berlangsung seperti halnya paket pengajaran diri sendiri yang menyajikan suatu topik yang disusun secara cermat untuk dipelajari dan dikerjakan oleh murid. Tiap-tiap pekerjaan murid diberi “feed back”.
o Program pegajaran terprogram telah diterapkan dalam program pengajaran individual. Program pengajaran individual telah dikembangkan pada penerapan beberapa lembaga pendidikan, seperti :
 Program for learning in accordanc with need (PLAN), pada westinghouse corporation.
 Individually guide education (IGE), pada pusat penelitian dan pengembangan belajar kognitif Universitas Pittsbugh.
o Komponen pengajaran penting menurut pandangan behavioral adalah kebutuhan akan:
 Perumusan tugas atau tujuan belajar secara behavioral
 Membagi “task” menjadi “subtasks”
 Menentukan hubungan dan aturan logis “subtasks”
 Menetapkan bahan dan prosedur mengajarkan tiap-tiap “subtasks”
 Memberi “feedback” pada setiap penyelesaian “subtasks” atau tujuan-tujuan terminal.
o Pendekatan belajar berikut ini sebuah outline strategi belajar tuntas menurut Bloom (1971):
1. Pelajaran terbagi ats unit-unit kecil untuk satu atau dua minggu pelajaran
2. Bagi masing-masing unit, tujuan intruksional dirumuskan dengan jelas
3. Learning tasks dalam masing-msing unit diajarkan dengan pengajaran kelompok reguler
o Modal belajar mengajar menunjukkan bahwa perbedaan individual akan mempengaruhi keputusan metodologi guru. Prinsip “operant condotioning” dan analisis tugas terlaksana dengan berhasil pada berbagai macam murid dari berbagai situasi belajar. Unutk mengadakan analisis tugas, guru harus mengetahui tujuan instruksional.

0 komentar:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com