Thursday, August 26, 2010

kurikulum TK

Pengertian
Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi yang dibakukan dan cara pencapaiannya disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan daerah. Kompetensi perlu dicapai secara tuntas (belajar tuntas). Kurikulum dilaksanakan dalam rangka membantu anak didik mengembangkan berbagai potensi baik psikis dan fisik yang meliputi moral dan nilai-nilai agama, sosial- emosional, kognitif, bahasa, fisik/motorik, kemandirian dan seni untuk siap memasuki pendidikan dasar. Kompetensi Dasar merupakan pengembangan potensi-potensi perkembangan pada anak yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak sesuai dengan
usianya berupa pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang dapat dikenali melalui sejumlah hasil belajar dan indikator yang dapat diukur dan diamati. Hasil Belajar merupakan cerminan kemampuan anak yang dicapai dari suatu tahapan pengalaman belajar dalam satu kompetensi dasar. Indikator merupakan hasil belajar yang lebih spesifik dan terukur dalam satu kompetensi dasar. Apabila serangkaian indikator dalam satu kompetensi dasar sudah tercapai, berarti target kompetensi dasar tersebut sudah terpenuhi.

Fungsi Dan Tujuan
Fungsi pendidikan Taman Kanak-kanak adalah:
a. Mengenalkan peraturan dan menanamkan disiplin pada anak.
b. Mengenalkan anak dengan dunia sekitar.
c. Menumbuhkan sikap dan perilaku yang baik.
d. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi.
e. Mengembangkan keterampilan, kreatifitas dan kemampuan yang dimiliki anak.
f. Menyiapkan anak untuk memasuki pendidikan dasar.
Tujuannya adalah : Membantu anak didik mengembangkan berbagai potensi baik psikis dan fisik yang meliputi moral dan nilai-nilai agama, sosial-emosional, kognitif, bahasa, fisik/motorik, kemandirian dan seni untuk siap memasuki pendidikan dasar.

Ruang Lingkup
Ruang lingkup kurikulum TK meliputi aspek perkembangan:
1. Moral dan Nilai-nilai Agama
2. Sosial, Emosional dan Kemandirian
3. Kemampuan Berbahasa
4. Kognitif
5. Fisik / Motorik
6. Seni

Untuk menyederhanakan lingkup kurikulum dan menghindari tumpang tindih, serta untuk memudahkan guru menyusun program pembelajaran yang sesuai dengan pengalaman, maka aspek-aspek perkembangan tersebut dipadukan dalam bidang pengembangan yang utuh mencakup :
1. Bidang Pengembangan Pembentukan Perilaku Melalui Pembiasaan.
Pembentukan perilaku melalui pembiasaan merupakan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus dan ada dalam kehidupan sehari-hari anak sehingga menjadi kebiasaan yang baik. Bidang pengembangan pembentukan perilaku melalui pembiasaan meliputi pengembangan moral dan nilai-nilai agama serta pengembangan sosial, emosional dan kemandirian. Ari program pengembangan moral dan nilai-nilai agama diharapkan akan meningkatkan ketaqwaan anak terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan membina sikap anak dalam rangka meletakkan dasar agar anak menjadi warga negara yang baik. Program pengembangan sosial dan kemandirian dimaksudkan untuk membina anak agar dapat mengenali emosinya secara wajar dan dapat berinteraksi dengan sesamanya maupun dengan orang dewasa dengan baik serta dapat menolong dirinya sendiri dalam rangka kecakapan hidup.
2. Bidang Pengembangan Kemampuan Dasar.
Pengembangan kemampuan dasar merupakan kegiatan yang dipersiapkan oleh
guru untuk meningkatkan kemampuan dan kreatifitas sesuai dengan tahap perkembangan anak. Pengembangan kemampuan dasar tersebut meliputi :
a. Kemampuan Berbahasa Pengembangan ini bertujuan agar anak mampu mengungkapkan pikiran melalui bahasa yang sederhana secara tepat, mampu berkomunikasi secara efektif dan membangkitkan minat anak untuk dapat berbahasa Indonesia.
b. Kognitif Pengembangan ini bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir anak untuk dapat mengolah perolehan belajarnya, dapat menemukan bermacam- macam alternatif pemecahan masalah, membantu anak untuk mengembangkan kemampuan logika matematiknya dan pengetahuan akan ruang & waktu serta mempunyai kemampuan untuk memilah-milah, mengelompokkan serta mempersiapkan pengembangan kemampuan berpikir secara teliti.
c. Fisik / Motorik Pengembangan ini bertujuan untuk memperkenalkan da melatih gerakan kasar dan halus, meningkatkan kemampuan mengelola, mengontrol gerakan tubuh dan koordinasi, serta meningkatkan keterampilan tubuh dan cara hidup sehat sehingga dapat menunjang pertumbuhan jasmani yang kuat, sehat dan terampil.
d. Seni Pengembangan ini bertujuan agar anak dapat dan mampu menciptakan sesuatu berdasarkan hasil imajinasinya, mengembangkan kepekaan dan dapat menghargai karya yang kreatif.

Standar Kompetensi Lintas Kurikulum
Kompetensi lintas kurikulum merupakan kompetensi kecakapan untuk hidup dan belajar sepanjang hayat, serta kecakapan hidup yang diperlukan anak untuk mencapai seluruh potensi dalam kehidupan. Kompetensi ini merupakan kompetensi yang dibakukan yang harus dicapai oleh anak melalui pengalaman belajarnya. Standar kompetensi ini meliputi : 1. Memiliki keyakinan, menyadari serta menjalankan hak dan kewajiban, saling menghargai dan memberi rasa aman, sesuai dengan agama yang dianutnya.
2. Menggunakan bahasa untuk memahami, mengembangkan dan mengkomunikasikan gagasan dan informasi, serta untuk berinteraksi dengan orang lain.
3. Memilih, memadukan dan menerapkan konsep-konsep dan tehnik-tehnik, pola, struktur dan hubungan.
4. Memilih, mencari dan menerapkan teknologi dan informasi yang diperlukan dari berbagai sumber.
5. Memahami dan menghargai dunai fisik, makhluk hidup dan teknologi serta menggunakan pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai untuk mengambil keputusan yang tepat.
6. Berpartisipasi, berinteraksi dan berperan aktif dalam masyarakat dan budaya global berdasarkan pemahaman konteks budaya, geografis da historis.
7. Berkreasi dan menghargai karya artistik, budaya dan intelektual serta menerapkan nilai-nilai luhur untuk meningkatkan kematangan pribadi menuju masyarakat yang beradab.
8. Berpikir logis, kritis dan lateral dengan memperhitungkan potensi dan peluang untuk menghadapi berbagai kemungkinan.
9. Menunjukkan motivasi dalam belajar, percaya diri, bekerja mandiri dan bekerja sama dengan orang lain.

Standar Kompetensi TK
Standar kompetensi yang diharapkan dari pendidikan TK adalah tercapainya tugas-tugas perkembangan secara optimal sesuai dengan standar yang telah dirumuskan. Aspek-aspek perkembangan yang diharapkan dicapai meliputi aspek moral dan nilai-nilai agama, sosial, emosional dan kemandirian, berbahasa, kognitif, fisik / motorik dan seni. Melalui pemberian rangsangan, stimulasi dan bmbingan diharapkan akan meningkatkan perkembangan perilaku dan sikap melalui pembiasaan yang baik, sehingga akan menjadi dasar utama dalam pembentukan pribadi anak sesuai dengan nilai-nilai yang ada di masyarakat.

Pendekatan Pembelajaran dan Penilaian
1. Pendekatan Pembelajaran
Pendekatan pembelajaran pada tingkat pendidikan TK dilakukan dengan berpedoman pada suatu program kegiatan yang telah disusun sehingga seluruh perilaku dan kemampuan dasar yang ada pada anak dapat dikembangkan dengan sebaik-baiknya. Pendekatan pembelajaran pada anak TK hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut :
a. Pembelajaran berorientasi pada prinsip-prinsip perkembangan anak yaitu : 1). Anak belajar dengan baik apabila kebutuhan fisiknya terpenuhi serta merasa aman dan tentram secara psikologis. 2). Siklus belajar selalu berulang. 3). Anak belajar melalui interaksi sosial dengan orang dewasa dan anak-anak lainnya. 4). Minat dan keingintahuan anak akan memotivasi belajarnya. 5). Perkembangan dan belajar anak harus memperhatikan perbedaan individu.
b. Berorientasi pada kebutuhan anak Kegiatan pembelajaran pada anak harus senantiasa berorientasi kepada kebutuhan anak. Anak usia dini adalah anak yang sedang membutuhkan upaya-upaya pendidikan untuk mencapai optimalisasi semua aspek perkembangan baik perkembangan fisik maupun psikis ( intelektual, bahasa, motorik, dan sosial emosional ). Dengan demokian berbagai jenis kegiatan pembelajaran hendaknya dilakukan melelui analisis kebutuhan yang disesuaikan dengan aspek perkembangan dan kemempuan pada masing- masing anak.
c. Bermaian Sambil Belajar atau Belajar Seraya Bermain Bermain merupakan pendekatan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran pada anak usia TK. Upaya-upaya pendidikan yang diberikan oleh pendidik hendaknya dilakukan dalam situasi yang menyenangkan dengan menggunakan setrategi, metode, materi dan media menarik serta mudah diikuti anak. Melelui bermain anak di ajak untuk bereksplorasi, menemukan dan memenfaatkan objek-objek yang dekat dengan anak, sehingga pembelajaran beguna bagi anak.
d. Menggunakan Pendekatan Tematik Kegiatan pembelajaran hendaknya dirancang dengan menggunakan pendekatan tematik dan beranjak dari tema yang menarik minat anak. Tema sebagai alat atau sarana atau wadah untuk mengenalkan berbagai konsep pada anak. Tema diberikan dengan tujuan menyatukan isi kurikulum dalam satu kesatuan yang utuh dan memperkaya perbendaharaan kata anak. Jika pembelajaran dilakukan dengan memanfaatkan tema, maka pemilihan tema dalam kegiatan pembelajaran hendaknya di kembangkan dari hal-hal yang paling dekat denga anak, sederhana serta menarik mnat anak. Pengguanaan tema dimaksudkan agar anak mampu mengenal berbagai konsep secara mudah dan jelas.
e. Kreatif dan Inovatif
Proses pembelajaran yang kreatif dan inovatif dapat dilakukan oleh pendidik melalui kegiatan-kegiatan yang menarik, membangkitkan rasa ingintahu anak, memotivasi anak untuk berfikir kritis dan menemukan hal-ha baru. Selain itu dalam pengelolaan pembelajaran hendaknya dilakukan secara dinamis, artinya anak tidak hanya sebagai obyek tetapi juga sebagai subyek dalam proses pembelajaran.
f. Lingkungan Kondusif Lingkungan pembelajaran harus diciptakan sedemikian menarik dan menyenangkan sehingga anak selalu betah dalam lingkungan sekolah baik di dalam maupun di luar ruangan. Lingkungan fisik hendaknya memperhatikan keamanan dan kenyamanan anak dalam bermain. Penataan ruangan harus disesuaikan dengan ruang gerak anak dalam bermain sehingga dalam interaksi baik dengan pendidik maupun dengan temannya dapat dilakukan secara demokratis. Selain itu, dalam pembelajaran hendaknya memberdayakan lingkungan sebagai sumber belajar dengan memberi kesempatan kepada anak untuk mengekspresikan kemampuan interpersonalnya sehingga anak merasa senang walaupun antara mereka berbeda ( perbedaan individual ). Lingkungan hendaknya tidak memisahkan anak dari nilai-nilai budayanya yaitu dengan tidak membedakan nilai-nilai yang dipelajari di rumah dan di sekolah ataupun di
lingkungan sekitar. Pendidik harus peka terhadap karakteristik budaya masing- masing anak.
g. Mengembangkan Kecakapan Hidup Proses pembelajaran harus diarahkan untuk mengembangkan kecakapan hidup. Pengembangan konsep kecakapan hidup didasarkan atas pembiasaan- pembiasaan yang memiliki tujuan untuk mengembangkan kemampuan menolong diri sendiri, disiplin dan sosialisasi serta memperoleh keterampilan dasar yang berguna untuk kelangsungan hidupnya.
2. Penilaian Penilaian dapat dilakukan dengan baerbagai cara, anatara lain melalui pengamatan dan pencatatan anekdot. Pengamatan dilakukan untuk mengetahui perkembangan dan sikap anak yang dilakukan dengan mengamati tingkah laku anak dalam kehidupan sehari-hari secara terus menerus, sedangkan pencatatan anekdot merupakan sekumpulan catatan tentang sikap dan perilaku anak dalam situasi tertentu. Pembagian alat penilaian yang dapat digunakan untuk memperoleh gambaran perkembangan kemampuan dan perilaku anak, antara lain :
1. Portofolio yaitu penilaian berdasarkan kumpulan hasil kerja anak yang dapat menggambarkan sejauh mana keterampilan anak berkembangan.
2. Unjuk kerja (performance) merupakan penilaian yang menuntut anak untuk melakukan tugas dala pembuatan yang dapa diamati, misalnya praktek menyanyi, olahraga, memperagakan sesuatu.
3. Penugasan (project) merupakan tugas yang harus dikerjakan anak yang memerlukan waktu yang relatif lama dalam pengerjaannya, msalnya melakukan percobaan menanam biji.
4. Hasil Karya (product) merupakan hasil kerja anak setelah melakukan suatu kegiatan.

Rambu-rambu
1. Kurikulum untuk TK merupakan pedoman bagi para pendidik, orangtua, orang dewasa lain untuk digunakan dalam rangka menstimulasi perkembangan anak.
2. Kurikulum harus dipahami secara keseluruhan, bukan bagian demi bagian.
3. Pelaksanaan dari kurikulum ini harus diusahakan untuk mencapai kompetensi sesuai dengan tingkat kemampuan anak.
4. Kompetensi yang disiapkan merupakan kompetensi minimal. Pendidik dapat memberikan pengayaan sejauh tidak membebani anak dan/atau jika anak telah menunjukkan keberhasilan.
5. Pendidik menciptakan suasana yang penuh perhatian dan kasih sayang sehingga anak mulai mengembangkan rasa percaya pada dirinya sendiri, teman dan orang lain serta dapat bersosialisasi baik dalam lingkungan keluarga, kelompok maupun lingkungannya.
6. Dalam pelaksanaan kurikulum tidak bersifat kaku tetapi perlu disesuaikan dengan kondisi daerah.
7. Bagi TK yang mempunyai kekhasan, misalnya agama dimungkinkan untuk menambah materi kegiatan sejauh tidak bertentangan dengan tujuan pendidikan, prinsip-prinsip pelaksanaan pendidikan di TK dan tidak menyimpang dari akidah salah satu agama.
8. Dalam pelaksanaan pembelajaran perlu memperhatikan prinsip-prinsip pendekatan pembelajaran dan penilaian.

Kegiatan Dalam Area Yang Dipilih
A. Area Baca Tulis Mengembangkan kemampuan berkomunikasi, baik secara lisan maupun tulisan.
B. Area Balok Melatih anak untuk mengekspresikan diri, berkreasi, berimajinasi membentuk/membuat bangunan sederhana dengan menggunakan berbagai media seperti lego, puzzle, lasy, howblok, dll.
C. Area Matematika Mengenalkan konsep sederhana matematik, seperti membilang, mengurutkan, membuat konsep permasalahan sehingga mampu memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
D. Area Drama Melatih anak berimajinasi dan mengekspresikan diri secara bebas dan spontan dengan bermain peran seperti dalam kehidupan sebenarnya.
E. Area Seni Untuk menumbuhkembangkan kreatifitas, rasa ingin tahu, daya khayal dan inisiatif anak-anak melalui proses percobaan, penjelajahan berbagai media sehingga mampu menciptakan pengalaman yang kreatif dan berkualitas.
F. Area Agama Mengenalkan Tuhan melalui ciptaan-ciptaan-Nya sehingga tumbuh rasa sayang anak pada sesama makhluk-Nya. Selain itu anak diharapkan mampu mengucapkan bacaan do’a sehari-hari dalam setiap kegiatan beribadahnya.
G. Area IPA Menyeimbangkan rasa ingin tahu alami anak-anak untuk mencari informasi tentang apa yang ada di lingkungan sekitarnya, dengan melalui proses pengamatan – mengukur – membandingkan – memperkirakan dan menjelaskan.
H. Area Pasir + Air Melatih kemampuan koordinasi fisik (seperti jari-tangan-mata-kaki), kekuatan
otot dan daya pikir yang dapat diaplikasikan melalui permainan bebas.
I. Area Musik Mengenalkan berbagai macam lagu anak-anak dan alat musik sederhana.
J. Area Masak Menumbuh kembangkan kemampuan motorik halus anak agar dapat membuat makanan / minuman yang dikonsumsi setiap hari secara sederhana.

Read More......

Saturday, July 31, 2010

Sifat Cowok Berdasarkan Bulan Lahir

Cowok Lahir Bulan Januari, karakter yang biasa menonjol adalah mudah sekali jatuh cinta tapi tidak mudah melupakan cintanya apabila dikhianati. Cowok ini termasuk seorang yang romantis, tetapi kesulitan saat mengungkapkan perasaannya. Karena mereka biasanya pemalu dan mudah cemburu. Kecemburuan inilah yang seringkali membuat hubungan cintanya menjadi berakhir.

Cowok lahir Bulan Februari, biasanya memiliki pemikiran yang abstrak, cerdas, temperamental, mood sering berubah-ubah, terkadang rendah diri, pemalu, sederhana, terlalu sensitif dan mudah sakit hati. Tapi Cowok ini memiliki keberanian yang tinggi dan keras kepala. Mereka juga tidak menyukai hal-hal yang dianggap tidak penting. Selain itu, mereka memiliki tekad yang kuat, cenderung ambisius apabila memiliki impian atau keinginan dan berusaha untuk mendapatkannya dengan segala cara.

Cowok Lahir Bulan Maret, biasanya Cowok ini memiliki aura yang menarik simpati lawan jenis. Sifat menonjol lainnya adalah pemalu, pecemburu dan sangat bergantung pada pasangan. Ia juga penuh tuntutan dan banyak maunya.

Cowok Lahir Bulan April, memang sangat sulit membuka pintu hatinya di saat hatinya tengah terluka dan disakiti. Mereka memiliki pandangan bahwa lebih baik memendam perasaan daripada menerima penolakan. Jiwanya sangat jauh dari romantis, tapi Cowok ini sangat setia pada pasangannya.

Cowok Lahir Bulan Mei, biasanya mereka sangat menghargai kejujuran lebih dari apapun. Memang Cowok Mei sangat mudah jatuh cinta, apalagi mengetahui perempuan itu bisa mengerti jiwanya yang senang berkhayal. Mereka memang lawan bicara yang menyenangkan, tapi saat bersama pasangan, dia suka mengatur.

Cowok Lahir Bulan Juni, Cowok ini sangat pemilih dan sangat brand minded. Karena memang mereka memiliki selera yang sangat tinggi. Emosinya mudah meledak sehingga sering melakukan aksi berdiam diri dan moodnya mudah berubah. Kebaikan hatinya bisa dipengaruhi dengan sesuatu hal yang dianggapnya cukup menyakinkan. Meskipun memiliki banyak ide tapi keraguan selalu menyelimuti pikirannya.

Cowok Lahir Bulan Juli, biasanya mereka sangat senang berada disamping sang kekasih. Mereka selalu mengatakan yang sejujurnya, sensitif tapi mudah memaafkan seseorang. Mudah terpancing oleh sesuatu hal yang berkaitan dengan perasaannya, tapi mereka seorang pendengar yang baik.

Cowok Lahir Bulan Agustus, karakter aslinya senang memimpin dan selalu menonjol didepan teman-temannya. Mereka memiliki jiwa penuh kasih dan penyayang. Cowok ini memiliki tipe romantis, pintar memperlakukan perempuan sehingga lebih cenderung senang membual. Perasaannya sangat halus atau sensitif. Hal yang paling menonjol adalah mereka senang sekali berkeluh kesah pada orang lain, tanpa harus dipertanyakan.

Cowok Lahir Bulan September, pandai membujuk, berkompromi, bersikap tegas, pendiam tapi pintar berbicara. Mereka sangat jarang menunjukkan emosinya sehingga lebih cenderung menyembunyikan perasaannya. Cowok ini juga memiliki ingatan yang kuat dan tipe orang pemikir. Sehingga kesalahan sekecil apapun, tetap akan diingatnya. Mereka juga sangat pemilih, tidak sembarangan memilih pasangan dan doyan mengkritik. Menyukai olahraga, bertualang dan bersantai.

Cowok Lahir Bulan Oktober, maka mereka termasuk komunikator ulung dan senang berbincang karena memang tutur bahasanya halus dan simpatik. Tidak suka berbelit-belit. Ia tidak pandai berbohong dan kurang bisa berpura-pura. Memiliki temperamen buruk, egois. Sangat terpengaruh dengan pendapat pribadi dan cenderung masa bodoh dengan pendapat orang lain. Cepat mengambil keputusan dan salah satu kelebihannya, ia berbakat menjadi peramal hebat karena instingnya sangat kuat.

Cowok Lahir Bulan November, biasanya Cowok ini memiliki pemikiran jauh ke depan, unik dan cerdas. Ia memiliki ide-ide yang luar biasa. Pemikirannya tajam dan selalu ingin tahu. Pendiriannya kuat dan pendendam. Ia jarang sekali marah, kecuali jika terpaksa. Memiliki cinta yang teramat dalam dan sabar. Ciri menonjol darinya bertubuh kuat dan selalu bersemangat.

Cowok Lahir Bulan Desember, mereka memiliki sifat yang setia, murah hati, kurang sabar dan terburu-buru. Mudah jatuh cinta dan tergesa-gesa dalam berhubungan. Memiliki ketergantungan yang tinggi pada pasangan. Mudah marah tapi juga suka bercanda. Pada dasarnya ia memiliki sense of humor yang bagus. Pribadi yang menyenangkan, suka bersosialisasi dan tidak suka berada dalam situasi terkekang. Benarkah hal itu, anda silakan perhatian melalui gerak geriknya.

Read More......

Thursday, July 29, 2010

Hiperaktif

Hiperaktif adalah suatu kondisi dimana anak tidak bisa diam untuk waktu singkat, atau mempunyai taraf aktifitas yang berlebihan. Pada anak hiperaktif terdapat kerusakan kecil pada fungsi system saraf pusatnya

mengakibatkan rentang konsentrasi mereka sangat pendek dengan kendali rangsang yang lemah. Kemudian anak menjadi tidak mampu memusatkan perhatian pada satu tugas tertentu karma perhatiannya begitu cepat beralih kekegiatan yang lain.
Gejala hiperaktif yaitu adanya kegelisahan, tidak tenang, perhatiaanya terpecah-pecah dan mudah beralih, kurang konsentrasi, pelupa, daya tahan prustasi lemah, nilai prestasi dibawah kemampuannya, suka mengganggu percakapan atau tugas orang lain, cerewet, emosinya mudah kacau, sulit menerima kekalahan, tugasnya tidak pernah sselesai, sulit berbagi rasa dan berkerja sama, sukar bergaul dan berteman.

Penanganan Hiperaktif
Penanganan hiperaktif pada prinsipnya berbeda-beda antara anak yang satu dan yang lainnya, dan tergantung tingkat gangguan yang diderita anak. Penanganan masalah ini memerlukan waktu yang lama dan khusus, misalnya: perlu adanya kesanggupan, kesadaran, ketelatenan, ketelitian dan keuletan khususnya orang tua dalam memberikan bimbingan dan penyuluhan serta pendidikan khusus guna memperbaiki prilaku anak. Mintalah bantuan terapi psikologis untuk mengatasi stress dan konflik-konfliknya yang berkaitan dengan hubungan social dan mintalah bantuan ahli neorolog.

Read More......

Freudian psychoanalysis

Why we read
Briefly, psychoanalysis attempts to understand the workings and source of unconscious desires, needs, anxieties, and behavior of the writers, readers and the specific cultural phenomena. Psychoanalysts want to understand human behavioral patterns and also cultural behavior patterns (some focus on the psyche of a single author while other see “culture” as a kind of body with symptoms to diagnose, etc.). more specifically, psychoanalytic readers want to identify the concepts operating in a text in such away to “cure” the patient.

What we read
Psychoanalysis is willing to use any type of text in order to understand the larger patterns of behavior, from representations like single sentences, logos, literary texts, films, public space, etc. to behaviors like repetitive gestures, physical violence, habits and rituals, etc. in short, any representation or behavior is fair game.
How we read
The approach relies heavily on several key concepts used to explain the workings of a text:
The unconscious
The unconscious or latent content is the part of our “psyche” or human mind which can be compared to the part of and iceberg that is below water. Only a part of our mind is visible or manifest while a large part is submerge below the surface. This submerged part includes the impulses, desires, and feeling we are unaware of, but which nevertheless influences our emotions and behavior. “I am where I think not.”
The pleasure principle
For psychoanalysts, human behavior is motivated by “pleasure principle” or the “id.” That is, inside us all is this incredible energy which desires and demands satisfaction. This energy is the source of our aggressions and desires. Its function is to gratify our instincts for pleasure without for social conventions, legal ethics, or moral restraint. Unchecked, these desires would lead us to any lengths, even self destruction, to satisfy its impulses for pleasure. You could compare this energy to unrestricted flood waters.
Repression
There are powerful social taboos, restrictions, or laws which constrain our desires, instincts, aggressions, etc. (the “super ego”). These restrictions – which function as a kind of sluice gate that channels and guides the water- may come in the form of a legal code, religious commandments, or a parents rule. However, our desire doesn’t just go away or die. Instead, we repress, hold back, censor, or restrain our desires and aggressions. While some desires get transformed into a more socially acceptable form (.i.e. aggressive games) many desires and impulses get shoved back into the unconscious.
Dream work
Dream work is the process by which our desires and aggressions get translated into an acceptable form. In other words, our desires and impulses are often expressed, but never in their raw form. Totally repressed desires produce psychological malfunctions.
Defense strategies
Defense strategies refer to the way in which or a culture simultaneously hides and reveals unconscious desires, etc.
Condensation… “is brought about (1) by the total omission of certain latent dream elements, (2) by only a fragment of some complexes in the latent dreams passing over into the manifest one and (3) by latent elements which have something in common being combined and fused into a single unity in the manifest dream” ( Scholes et. al. text book). Therefore, look for uses of synecdoche where one thing represents another by having a part stand in for the whole, as in “I own fifty head of cattle.” And metonymy where one thing is replaced by something closely associated with. it, as in “the Whitehouse provided a press release today.” A part of the whole, a cow’s head, stands in for the whole of the cow. The “Whitehouse” is not a part of the presidency, but something associated with it.
Displacement… “manifests itself in two ways: in the first , a latent element is replaced not by a component of itself but by something more remote-that is, by an allusion, and in the second, the psychical accent is shifted from an important element into another which is unimportant, so that the dream appears differently centered and staged” (Scholes et. al. . text book). Therefore, look for uses of allusion and metaphor.
Imagery… transforms thoughts into visual images, imagery should be familiar territory to readers, but pay particular attention to imagery having to do with sexuality, authority, and repression.
In short…
Psychoanalysts assume that the unconscious exists and that texts contain and reveal (indirectly) the unconscious feelings, desires, aggressions of a writer or speaker or culture. A reader’s interpretation can also be studied to reveal a reader’s unconscious desires, anxieties, etc. for example, asking you to tell me which fairy tale character you identify with may reveal some kind of psychological concern of preoccupation. In other words, we want to satisfy our desires, but we can’t because they are socially unacceptable. As a result, we repress those unacceptable desires and impulses. However, we can never fully repress pour cravings, and they are expressed when we interact with people, talk, or write.
Your task
To read through a psychoanalyst’s lens, you need to make visible and explain the author‘s (or a culture’s) “symptoms”. That is, unconscious, desires, impulses, anxieties, fears, and pleasures. You also need to explain the source of those initial anxieties, and you need to explain which concepts are operating in a text. Texts give symbolic expression to these inner experiences. Your task is to turn the details of a text into symbols that reflect the working of the unconscious. In this way psychoanalysis resembles s structuralism in that you need to link the manifest content or “parole” with the latent content or the psychological “langue.” Put another way, use theory of psychoanalysis as a kind of “master discourse” to explain the literary text (this means that psychoanalysis is stands above or beyond the literary, not along side with it). You need to locate examples of defense mechanisms and how they function in a text. So, psychoanalytical vocabulary and concept of important.

Read More......

HUMANISME

Humanistik merupakan aliran ketiga dalam ilmu psikologi selain dari aliran Psikoanalisis dan Behaviorisme. Orang yang pertama memproklamirkan aliran humanistik ini ialah Abraham Maslow. Aliran ini menegaskan adanya keseluruhan kapasitas dan martabat serta nilai kemanusiaan untuk menyatakan diri (self ralization). Humanisme ini sendiri menentang pesimisme dan keputusasaan,

menurut pandangan psikoanalitik dan menentang pendangan behavioristik yang menyatakan konsep kehidupan adalah adalah robot yang tergantung kepada lingkungan yang membentuk kepribadian manusia itu sendiri. Holisme memandang bahwa dalam diri manusia itu sendiri mengandung potendsi untuk berkembang sehat dan kreatif dan apa bila orang mau menerima tanggung jawab untuk hidupnya sendiri dia akan menyadari potensinya lebih kuat dibandingkan pengaruh yang datang nya dari luar sebagai contoh pendidikan dari orang tuanya , sekolah , dan tekanan sosiallainnya,
Penekanan Humanistik dalam kepribadian menekankan hal-hal sebagai berikut:
Holisme
Organisme selalu bertingkah laku sebagai kesatuan yang utuh, bukan sebagai rangkaian bagaian-bagian yang berdeda-beda. Jiwa dan tubuh bukabn bagian yang terpisahkan melainkan bagian dari satu kesatuan dan apa yang terjadi dibagian satu maka akan mempengaaruhi bagian lain.
Menolak Riset Binatang
Menekankan perbedaan antara tingakahlaku manusia dengan tingkah laku binatang.
Manusia Pada Dasarnya Baik,
Manusia mempunyai struktur psikologik yang analog dengan settruktur fisik mereka memiliki kebutuhan, kemampuan dan kecenderungan yang sifat dasarnya genetik
Potensi kreatif menjadi beberapa sifat menjadi ciri umum kemanusiaan, lainnya bersifat unik individual. Kebutuhan kemampuan,dan kecenderungan itu menjadikan hakekat menusia secara esensial baik.
Potensi Kreatif
Kreativitas merupakan ciri universal manusia sejak dilahirkan, kreatif adalah potensi semua orang yang tidak memerlukan bakat atau kemampuan yang khusus.
Menekankan kesehatan psikologik
Humanistik mendekatkan penelitiannya kepada manusia yang sehat, kreatif dan mampu mengaktualisasikan diri. Ilmujiwa seharusnya memusatkan analisisnya kepada tema pokok kehidupan manusia, yakni aktualisasi diri.

Read More......
Template by : kendhin x-template.blogspot.com